THE TARGET 2 OF 2

Cover - The Target 2

Title :

The Target (2 of 2)

Length :

Twoshoot

Rating :

PG-17

Genre :

Action, Romance

Author :

Soshinism

Cast :

Cho Kyuhyun, Choi Sooyoung, Choi Siwon, Shim Changmin and others

Note :

Hai gaiseu! Gimana part 1 kemaren? Kurang panjang kah? Kurang pendek kah? Maaf ya kalo kemarin banyak yang nggamudeng, janji deh di part ini bakal kebuka semuanya. Maaf juga ngga dibikin jadi series, soalnya emang cuma segini sih alurnya._. Oya, jangan jadi siders dong~

HAPPY READING!

PHOENIX HEADQUARTERS

Pintu ruangan itu terbuka dan memperlihatkan sosok tampan Siwon. Dengan senyum merekah Ia membungkuk tepat 90 derajat, menghormati bosnya yang sedang duduk santai di kursi hitam besarnya. Sementara yang diperlakukan seperti itu hanya memandang Siwon datar seolah tidak tertarik dengan sopan santun bawahannya itu.

“Ada apa?” Ujar Kyuhyun dingin.

“Selama 12 jam yang lalu aku mencari tau tentang mobil uang itu, Bos.”

“Oh pantas saja kau menghilang dari markas. Lalu, bagaimana? Hari ini kita akan melaksanakan rencana itu, kau tidak lupa kan?”

“Mobil uang itu akan berangkat mengisi ATM pukul 12 malam tepat.”

“Bagus, ada berapa mobil yang akan berangkat? Dan bank apa yang mengirim uang itu?”

“Bank Nasional Seoul hanya akan memberangkatkan satu mobil malam ini.”

“Bank Nasional Seoul?” Ujar Kyuhyun dan tertawa sinis setelahnya. Ia tidak percaya malam ini Ia akan merampok mobil uang bank terbesar di Korea.

“Ya. Hanya Bank Nasional Seoul yang aktif nanti malam.” Ujar Siwon dengan sedikit nada meremehkan terdengar dari ucapannya. Kyuhyun lagi-lagi tidak menyadari, lelaki itu sungguh tidak peka!

“Baiklah baiklah. Kau bisa keluar sekarang.”

 

***

 

00.15 A.M. KST

 

BUGH!

BUGH!

“KANGIN-SSI KUNCINYA!”

DUAK! BUGH!

“YYA! KALIAN INI SIA– AARGH!!”

BUGH! BUGH! BUGH!

“AAARGGHH!!!”

Sukses. Dua orang yang membawa mobil uang itu sukses dilumpuhkan dalam beberapa kali pukulan. Tidak, tidak. Keduanya tidak mati, paling-paling hanya pingsan.

“Kajja!” Ujar Sungmin. Ryeowook, Yesung, Donghae dan beberapa yang lain yang juga membantu mereka membawa kantong-kantong uang. Perkiraan jumlah? Lebih dari 100.000.000 won. Yang pasti, mobil uang itu sudah bersih dari kantong-kantong timbunan kekayaan.

Kemudian 12 orang itu kembali ke mobil yang tadi mereka gunakan saat berangkat dan di dalamnya sudah duduk dengan santai seseorang yang mereka panggil, Bos.

Sedetik kemudian, dua mobil itu melesat pergi meninggalkan petugas bank yang terkapar tak sadarkan diri beserta mobil uang yang kosong tak berisi.

Sementara di dalam mobil? Hanya sorak sorai kemenangan memekakkan telinga yang dapat terdengar. Oh tidak. Ada dua orang yang hanya diam dan tak bergeming dari posisinya. Kyuhyun dan Siwon. Kyuhyun yang masih dengan santai duduk di samping Eunhyuk yang menjadi supir sambil menikmati wine mahal favoritnya dan Siwon yang duduk diam seolah tidak tertarik dengan foya-foya teman-temannya saat ini.

 

***

 

SPECIAL AGENT ORGANIZATION

08.25 A.M. KST

 

DOR! DOR! DOR!

Aku bisa melihatnya berjalan menuju ke arahku… Tidak, tunggu. Ini awal yang baik.

Terima kasih Tuhan, kau lancarkan misi ini.

 

DOR! DOR!

Dia memandangku dengan tatapan menggodanya, sama seperti caranya memandang wanita-wanita malam yang lainnya.

Shit! Kurasa aku salah, aku bisa melihat kelembutan yang amat sangat di matanya. Dia menyampirkan beberapa helai rambut ke belakang telinga kananku kemudian dia mengecup bibirku dan menahan benda kenyal itu sejenak. Sedikit melumatnya.

‘Mulai malam ini, kau adalah wanitaku.’ Begitu katanya setelah mengecup bibirku.

 

DOR! DOR! DOR!

DOR! DOR!

Setahun sudah kami berpacaran. Kuakui dia benar-benar perhatian padaku. Dia juga tidak pernah berbuat ataupun berkata kasar padaku, lelaki yang baik.

‘Aku mencintaimu.’ Itulah yang dia katakan setiap malam, sebelum aku tidur.

Aku dan dirinya tidur di kamar terpisah. Dia memang sangat menghargai aku. Kata anak buahnya, tidak ada wanita lain yang diperlakukannya hingga seperti ini kecuali aku, ibunya, dan kakak wanitanya. Kata mereka, kedua wanita yang sangat berarti dalam hidupnya itu sudah lama mati. Sehingga mungkin, karena itulah dia memberikan seluruh perhatiannya padaku, wanita yang juga sangat berarti di hidupnya.

Aku bukan bermaksud terlalu percaya diri, tapi dia sendiri yang mengatakan hal itu.

 

‘Terima kasih.’ Hanya itu balasanku.

 

DOR! DOR! DOR!

DOR! DOR! DOR!

Dia benar-benar baik. Aku sama sekali tidak tersiksa hidup bersama dengannya, di apartemennya yang tersembunyi dari dunia luar. Dia itu… buronan, maka dari itu dia bersembunyi.

Terkadang dia membawaku ke kantornya. Dia itu… Ketua mafia paling berbahaya dan paling dicari saat ini di Korea. Aku tidak takut, karena aku… salah satu orang yang juga mencarinya. 

 

DOR!

DOR!

‘Apakah kau mencintaiku?’ Suatu saat pertanyaan itu meluncur begitu saja dari bibirku. Aku juga tidak tau mengapa aku bisa bertanya seperti itu padanya. Ya Tuhan aku bahkan hanya seorang pembohong di hidupnya.

‘Tentu saja! Apa kau tidak percaya padaku?’

Aku hanya menggeleng dan tersenyum setelahnya, seolah-olah berkata , ‘Bukan itu maksudku.’  Meyakinkan dirinya bahwa aku tida meragukan rasa cintanya itu padaku.

 

‘Kalau aku jadi kau, aku tidak akan pernah menanyakan hal seperti itu padamu.’

‘Waeyo?’

‘Karena aku percaya, kau juga sangat mencintaiku.’

 

Dadaku sesak bukan main mendengar ucapannya. Seperti dihujam berjuta katana aku tidak tau bagaimana harus membalas ucapannya. Dia benar-benar mempercayaiku. Rasa bersalah itu menjalar seperti listrik ke seluruh tubuhku. Rasa bersalah yang luar biasa mengerikan.

 

Karena aku… Aku tidak bisa membalas perasaannya…

 

DOR!

Semakin lama dia semakin baik padaku. Aku sudah tidak tahan sebenarnya. Ini hanya misi namun mengapa jantungku selalu berdetak kencang ketika bersamanya?

Harus kuakui, mungkin aku… Mencin

 

“AAARGGHHHH!!!” Teriaknya dan tidak memperdulikan tatapan tumben-sekali-Choi-Sooyoung-berkelakuan-seperti-itu yang dilayangkan 3 agen lain kepadanya dan kebetulan juga sedang berlatih.

Wanita itu mengacak rambutnya kesal kemudian sekali lagi…

 

DOR!

 

…menembak tepat sasaran objek nomor 3 yang berada pada jarak 350 meter di depannya.

Wanita itu masih berdiri dengan posisi menembaknya, tangan kanannya terkulai jatuh sementara tangan kirinya masih dengan setia menggenggam senjata yang tadi Ia gunakan. Keringat mengucur membasahi beberapa bagian tubuhnya. Rambut coklat gelapnya tertiup angin menambah kesan cantik wanita itu.

Namun, berbeda dengan kondisi pikirannya.

Neuron-neuron otaknya terus saja membangun jembatan satu sama lain untuk mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kurun waktu 2 tahun belakangan. 2 tahun menjadi Sooyoung, yang Kyuhyun akui sebagai wanitanya. Wanita milik Kyuhyun dan tidak ada yang boleh menyentuhnya kecuali Kyuhyun sendiri.

Sooyoung tidak ingin mengingat semuanya, hanya saja… proses ingat-mengingat itu di luar kendalinya.

 

‘Bolehkah aku keluar untuk beberapa hari?’

‘Untuk apa?’

‘Ada hal penting mengenai kuliahku yang harus kuurus.’

 

‘Pergilah.’ Suatu keajaiban Kyuhyun memperbolehkanku keluar.

 

 

‘Aku sangat merindukanmu, Youngie-ah.’

Kyuhyun menarikku ke dalam pelukan hangatnya dan mengecup bibirku beberapa kali.

 

‘Jangan pergi selama itu lagi, kumohon.’

 

Tangan Sooyoung gemetar hebat.

 

‘Aku kesepian tanpamu.’

 

Matanya memerah.

 

‘Tidurlah, sayang.’

 

Dadanya sesak menahan sakit.

 

Dia mencium keningku, kedua mataku, hidungku, kedua pipiku, dan yang terakhir… bibirku. Kemudian menyelimuti tubuhku yang ada di pelukannya. Lengan kanannya Ia jadikan bantal untukku tidur, sedang lengan satunya Ia aktifkan untuk membelai rambutku hingga aku benar-benar tertidur.

 

‘Kyuhyun aku… mencintaimu.’ Ucapku sebelum benar-benar terbang ke alam mimpi.

 

Malam itu, pertama kali aku dan dia tidur satu ranjang. Sekaligus… malam terakhir aku bersamanya.

 

 

“Kau menangis?” Ujar seorang lelaki yang sekarang berdiri di hadapan Sooyoung. Lelaki itu menghapus air mata Sooyoung yang ternyata menghiasi wajahnya sedari tadi. Changmin, atau Vegas, kemudian mengambil senjata yang masih dalam genggaman Sooyoung dan menjatuhkan senjata itu ke tanah.

“Apa tanganmu tidak capek terus-terusan mengambang seperti itu, hm?” Hanya pandangan kosong dan dua tetes air mata yang didapat Changmin sebagai balasan. Lelaki itu kemudian memukul tangan Sooyoung lembut sehingga tangan kurus itu terkulai dan sejajar dengan tangannya yang lain.

Changmin menariknya ke dalam pelukan, “Bodoh. Wajahmu sangat jelek ketika menangis seperti itu.”

Changmin tidak perlu bertanya apa-apa lagi. Cukup dengan mendekap Sooyoung yang sedang menangis agak lama dan wanita itu akan tenang dengan sendirinya. Menangis dalam diam dan tidak membalas perkataan atau pertanyaan orang lain –saat sedang menangis– merupakan kebiasaan Sooyoung sejak kejadian itu. Sejak Seunghyun memberitahukan hal terberat dalam hidupnya yang harus Ia alami.

“Changmin Oppa…” Ujar Sooyoung lirih.

“Hm?”

“Maafkan aku jasmu basah.” Changmin hanya tertawa kecil mendengar penuturan wanita yang sudah Ia anggap adiknya itu.

“Ini sudah keberapa kali kau menangis? Cish! Mana ada Special Agent cengeng seperti dirimu!” Ujar Changmin masih belum melepas pelukannya pada wanita itu.

“Kau itu cengeng tau tidak sih?!” Sambungnya lagi ketika Ia merasakan kepala Sooyoung mendongak di dadanya. Walaupun Changmin tau, Sooyoung hanya pernah benar-benar menangis 3 kali dalam hidupnya.

“Yya! Tidak sesering itu juga aku menangis! Lagipula itu terjadi saat aku masih di bawah umur.” Sooyoung memukul dada lelaki itu main-main kemudian melepaskan pelukannya. Dan lagi-lagi Changmin tertawa karena tingkah lucu dongsaengnya itu. Changmin memang bisa membuat Sooyoung kembali menjadi dirinya dengan cepat.

“Sudahlah, kau harus banyak-banyak istirahat. Kau sudah berlatih setiap hari belakangan ini. Besok malam penukaranmu kan? Sebaiknya simpan tenagamu untuk malam itu.”

Sooyoung hanya tersenyum sedih sebagai balasannya. Ia tau, hari itu pasti akan datang. Hari terakhirnya melihat Kyuhyun.

Aish! Lupakan Kyuhyun dan ingatlah profesionalitasmu Choi Sooyoung!, makinya pada dirinya sendiri.

“Aku tau kau bisa melupakannya.” Ujar Changmin sembari mengacak rambut Sooyoung, caranya memberi semangat pada wanita itu.

I hope so.” Ujar Sooyoung dengan senyum tipisnya.

“Oh ya, tumben sekali pagi-pagi seperti ini kau sudah berkeliling?” Lanjutnya lagi ketika sadar bahwa Changmin keluar dari ruangannya pada pagi hari. Dan hanya dibalas Changmin dengan senyum khasnya.

 

***

 

“Ya Tuhan, Vegas! Luka bekas pisau lipat yang kemarin saja belum sembuh benar sekarang mau kau tambah lagi?!”

“Ssttt! Just shut your mouth up!”

“Ford bisa mencabut nyawamu jika dia tau hal ini.”

“Tidak akan!”

Sementara lima orang lain yang juga berada di tempat itu hanya diam menahan hasrat untuk tertawa. Bagaimana tidak? Seorang petinggi dan seorang Special Agent yang memang dikenal bersahabat itu sedang bertengkar layaknya anak kecil berebut permen lollipop.

Sooyoung hanya bisa meringis menahan sakit ketika Changmin menggoreskan pisau lipat kesayangannya di wajah wanita itu. Luka yang kemarin memang belum mengering sepenuhnya namun Changmin tidak peduli. Ia ingin menciptakan kesan Sooyoung yang benar-benar dianiaya dan tertekan. Rambut wanita itu juga sangat berantakan. Ia mengenakan baju yang sama seperti di video.

 

Perfect!” Ujar Changmin ketika mengecek sekali lagi penampilan Sooyoung yang tidak karuan. Sementara Sooyoung hanya mendecih kesal akibat ulah atasan gilanya itu.

“Dengan begini, Kyuhyun akan sema–“

Kalimat Changmin terputus saat tiba-tiba raut muka Sooyoung berubah menjadi sangat serius dan tatapannya jatuh ke arah belakang Changmin.

“Mereka datang…”

Changmin menoleh dan langsung memainkan perannya secara brilliant.

 

“Cho Kyuhyun?” Tanyanya seolah-olah meyakinkan dirinya sendiri bahwa orang yang berdiri tak jauh darinya itu benar-benar Cho Kyuhyun.

Kyuhyun hanya menatapnya datar kemudian pandangannya beralih ke arah seorang wanita yang sudah beberapa hari ini tidak Ia temui. Kyuhyun melangkah maju dengan tatapan rindunya pada gadis itu saat tiba-tiba Changmin menghalangi jalannya dan menatapnya sinis.

“Tuan Cho, berikan dulu uangnya.” Ujar Changmin setengah berbisik.

Kyuhyun kembali memandangnya datar dan dengan gerakan super cepat, koper berisi uang yang sebelumnya berada di genggaman Siwon itu sudah ada di tangannya. Kyuhyun melemparkan koper itu ke tangan Changmin. Changmin tersenyum sinis kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Sooyoung. Lelaki itu kemudian berjalan mendekat ke tempat Sooyoung kemudian menggeret kasar lengan hampir tak berdaging wanita itu dan menyerahkannya pada Kyuhyun.

Kyuhyun tersenyum dan setelahnya Ia memeluk Sooyoung dengan erat.

“Akhirnya aku bisa memelukmu lagi, Youngie-ah…” Ujarnya ketika Sooyoung sudah dalam pelukannya. Wanita itu benar-benar memainkan perannya dengan sangat baik, sama seperti Changmin. Berpura-pura tersiksa dengan menampakkan tatapan sendunya pada lelaki yang notabene masih berstatus pacarnya itu.

“Aku merindukanmu, Kyu…” Ujar Sooyoung sembari menatap Siwon yang saat ini sedang berperan menjadi bawahan Kyuhyun, dan tak lupa senyum sinis di mana hanya Siwon yang bisa menyadari senyum itu menghias wajahnya.

Keduanya masih dalam keadaan berpelukan sampai…

 

 

 

 

“DIAM DI TEMPAT!” Segerombol manusia berpakaian khusus datang dengan senjata laras panjang di tangan dan siap menyergap Kyuhyun beserta tikus-tikusnya. Kyuhyun yang terkejut –tim penyergap itu datang dari arah yang dibelakangi oleh Kyuhyun dan anak buahnya– karena kedatangan manusia-manusia itu langsung melepas pelukannya pada Sooyoung.

Cho Kyuhyun bodoh, terima kasih! Kau mempermudah jalanku!

Secepat kilat masing-masing bawahan Kyuhyun dan Kyuhyun sendiri sudah berada di tangan tim penyergap itu.

Tatapan terkejut dari mata Kyuhyun yang diberikannya untuk Sooyoung hanya mendapat senyum sinis wanita cantik itu sebagai balasannya.

Changmin bergerak maju dan mensejajarkan tubuhnya dengan Sooyoung.

“Siwon, kemari.” Ujar Changmin masih dengan senyum kemenangannya.

Siwon melepaskan dirinya dari cengkraman kuat petugas itu kemudian berjalan mendekati Changmin dan Sooyoung. Dirinya kemudian melakukan hal yang sama seperti Changmin, mensejajarkan tubuhnya dengan kedua orang itu.

Kyuhyun menatap ketiga orang itu dengan entahlah apa namanya tatapan itu. Dia benar-benar sudah kalah kali ini.

“Sooyoung-ah, semua kuserahkan padamu. Bagaimanapun kaulah pemimpin misi ini.” Ujar Changmin.

 

Wanita itu menghela nafas bahagianya kemudian berkata, “Aku adalah… Zelle.”

Kyuhyun menatap wanita itu terkejut. Ia tau Zelle, seorang agen wanita pemerintah terbaik di Korea.

“Misiku adalah menghancurkanmu beserta kelompok mafiamu. Siwon, bawahanmu itu adalah partnerku. Dan lelaki dalam video itu sekaligus orang yang sedang berdiri di samping kananku ini adalah atasanku, Changmin.” Ujarnya Sooyoung sambil tersenyum.

“Dan aku, Choi Sooyoung, wanita malam yang kau temui di pub malam itu adalah… pemimpin misi ini.” Lanjutnya kemudian. Tidak memberikan kesempatan pada Kyuhyun untuk menyela.

“Bawa mereka ke tempat sementara.” Ujar Changmin sesaat setelah Sooyoung menyelesaikan kalimatnya. Tidak memperdulikan Kyuhyun yang masih terkejut akan semua ini.

Segera tim penyergap itu membawa Kyuhyun dan anak buahnya menuju ke sebuah tempat menggunakan kendaraan penampung target misi milik organisasi itu.

Kyuhyun mendekat ke arah Sooyoung yang hendak dilewatinya kemudian berbisik, “Aku kecewa padamu, Youngie-ah… Kukira cintamu untukku itu bukan sebuah kebohongan, namun aku salah… Padahal Choi Sooyoung, aku benar-benar mencintaimu.” Dan itu membuat Sooyoung membulatkan matanya serta secara tak sadar menyuruh jantungnya berdetak lebih keras.

Wanita itu membalikkan badannya dan menatap punggung Kyuhyun yang semakin menjauh di genggaman tim penyergap dengan sendu. Changmin dan Siwon yang menyadari hal itu hanya mampu menenangkan hati Sooyoung.

“Kau agen yang profesional, Soo. Aku percaya kau bisa melupakan lelaki itu.” Ujar Changmin sambil merangkul bahu wanita itu.

He is just a target, Sooyoung. Jangan pedulikan ucapannya.” Ujar Siwon kemudian. Sementara yang diperlakukan seperti itu hanya membalas dengan senyuman tipisnya meyakinkan kedua lelaki itu bahwa Ia baik-baik saja. Bohong.

Kemudian, ketiganya meninggalkan lokasi itu diikuti beberapa agen lain yang tadi melindungi mereka jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

 

Meninggalkan subway tempat selesainya misi mereka dengan segala kenangannya.

 

 

June 2013

 

Namaku Choi Sooyoung.

Identitas palsuku, Zelle.

 Aku mendapatkan identitas palsu itu 6 tahun yang lalu, saat umurku 17 tahun, saat aku memulai karirku sebagai agen. Special Agent lebih tepatnya. Nama Zelle diambil dari nama belakang seorang agen rahasia wanita Prancis dan juga Jerman yang sangat terkenal kelihaiannya dalam menipu mangsa pada saat itu. Sungguh bangga aku bisa memakai nama belakang wanita itu sebagai identitas palsuku.

SAO. Special Agent Organization. Merupakan sebuah organisasi yang mempekerjakan diriku, kedua orang tuaku, dan kedua kakak laki-lakiku. Sebuah organisasi pembantu negara.

Ah, biar kuceritakan sedikit mengenai keluargaku dan aku sendiri.

 

Appa dan Eommaku adalah seorang Special Agent. Level mereka sudah sangat tinggi, Special Agent in Charge. Alias tidak pernah istirahat. Agen yang selalu mendapatkan misi, setelah misi satu selesai langsung dilanjut misi berikutnya. Appa dan Eommaku meninggal di tahun yang sama dengan Seunghyun Oppa. 2005.

 

Appa dan Eommaku meninggal saat menjalankan sebuah misi… Misi Penghancuran Keluarga Cho.

 

Appa dan Eommaku bertarung habis-habisan saat itu, bertahun-tahun mereka memburu kedua orang yang berstatus sebagai suami istri itu. Cho Younghwan dan Kim Hana –atau Cho Hana, sama saja. Yang tidak lain dan tidak bukan adalah orang tua Cho Kyuhyun, targetku. Kedua orang itu juga mati, berhasil dibunuh oleh Appaku lebih tepatnya. Appaku meninggal setelah Eomma, peluru dari anak pertama Keluarga Cho tepat mengenai jantungnya.

 Younghwan sialan dan Hana menjijikkan itu merupakan mafia kelas berat di dunia. Dan sialnya mereka itu orang Korea Selatan.

 

Yang kedua, Choi Seunghyun. Kakak laki-lakiku. Ia juga anak tertua keluarga kami, Keluarga Choi yang legendaris. Seunghyun Oppa meninggal seminggu setelah Appa dan Eommaku dimakamkan. Seunghyun Oppa meninggal karena dieksekusi.

 

Dia memang… berkhianat.

 

Tidak seperti Appa dan Eomma yang meninggal saat bertugas.

Dia jatuh cinta pada anak pertama keluarga itu. Cho Ahra namanya. Anak pertama Keluarga Cho dan juga kakak perempuan Cho Kyuhyun, targetku.

 

Seunghyun Oppa dieksekusi karena dia menghamili Ahra.

 

Posisinya saat itu sama denganku, menjadi pacar palsu anak keluarga Cho. Dan sayangnya, karena rasa cinta Seunghyun Oppa pada wanita itu, dia sampai berani melakukan hal yang sangat tabu dalam keluarga kami.

Dia… Berhubungan intim dengan Ahra. Sialnya, Ahra hamil. Wanita itu juga dieksekusi, tidak peduli dengan janin yang tumbuh di rahimnya. Karena dia memang pantas mendapatkan itu.

 

Kalau saja tidak ada keluarga Shim yang menyelamatkan aku dan Siwon Oppa, mungkin kami berdua sudah didepak dari SAO. Bayangkan saja mereka benar-benar meyakinkan petinggi SAO saat itu untuk tetap mempertahankan aku dan Siwon Oppa. Yah, mungkin karena pengkhianatan Seunghyun Oppa para petinggi itu melihat imej jelek dari diriku dan juga Siwon Oppa.

Sungguh aku berterimakasih pada keluarga Shim.

 

Yang ketiga, Choi Siwon. Ia juga kakak laki-lakiku. Aku sangat bersyukur karena Siwon Oppa masih terhitung anak kecil saat misi itu ada. Tidak-tidak, sebenarnya dia juga ikut dalam misi itu. Misi Penghancuran Keluarga Cho. Sama seperti Seunghyun Oppa, dia juga bergabung dalam misi itu.

 

Siwon Oppa ditugaskan untuk menangkap Cho paling muda. Namun yah… Satu kesalahan dia lakukan saat itu, kehilangan Cho Kyuhyun. Yang termuda dalam keluarga Cho. Pemuda yang umurnya dua tahun lebih tua dariku itu berhasil lari.

 

Siwon Oppa mendapatkan luka yang cukup mengerikan saat hendak merebut Kyuhyun kembali dari bodyguard-bodyguardnya saat itu. Luka yang sangat sulit untuk hilang, luka di lehernya. Jika Seunghyun Oppa tidak cepat-cepat memerintah beberapa temannya untuk membawa Siwon Oppa kembali, mungkin saat itu… Siwon Oppa juga sudah tidak bernyawa.

Oh ya, aku juga tidak habis pikir dengan kebodohan yang Kyuhyun miliki. Masa si Cho itu tidak mengenali wajah Siwon Oppa saat dia menjadi bawahannya?

 

Dan yang terakhir, aku. Choi Sooyoung.

Saat misi itu diperintahkan kepada Appa dan Eomma, aku masih berumur 8 tahun. Saat Seunghyun Oppa bergabung dalam misi itu, umurku 12 tahun. Dan saat Siwon Oppa bergabung dalam misi itu, umurku 15 tahun. Saat itu pula semuanya meninggalkanku sendiri bersama Siwon Oppa.

Semenjak kematian Appa, Eomma, dan Seunghyun Oppa, aku jadi lebih semangat berlatih untuk menjadi seorang Special Agent. Melatih kemampuan menembakku dari jarak jauh, melatih judoku dan hal-hal yang berhubungan dengan itu. Dan berhasil. Aku berhasil menjadi seorang agen saat umurku 17 tahun. Salah satu janjiku pada Seunghyun Oppa sudah terbayar.

 

Banyak misi yang sudah kulakukan, semuanya berhasil. Dan misi tersulitku itu… Misi yang beberapa bulan lalu baru saja kuselesaikan. Mencari generasi terakhir Keluarga Cho dan menghancurkannya.

 

Biar kujelaskan lebih detail tentang Misi Penghancuran Keluarga Cho.

Misi itu sudah ada sejak tahun 1998. Seperti yang sudah pernah kukatakan, misi itu pertama kali diberikan kepada orang tuaku. 4 tahun kemudian, Seunghyun Oppa bergabung dalam misi itu. Selama 4 tahun itu mereka beserta beberapa agen lain masih belum bisa menangkap dan menghancurkan Keluarga Cho. Keluarga Cho sialan itu selalu berhasil lari dari kejaran Appa, Eomma, dan Seunghyun Oppa. Mereka sama sekali tidak menerima misi lain selama misi itu masih dijalankan. Mereka tidak mendapatkan misi selingan. Hanya Cho, Cho, Cho, dan Cho-lah target mereka. 3 tahun setelahnya alias tahun 2005, Siwon Oppa juga bergabung. Dia bergabung tepat setelah lolos ujian sebagai agen. Kurasa aku sangat iri padanya saat itu, Siwon Oppa memang hebat.

Sudah terhitung 7 tahun kan sejak tahun 1998? Ya Tuhan keluargaku memburu Cho selama 7 tahun. Dan yah, seperti yang sudah kuceritakan juga, tahun itu hampir seluruh Keluarga Cho mati. Begitu pula keluargaku. Saat kejadian itu, Eommaku meninggal pertama kali, 4 peluru sukses tertanam di tubuhnya akibat tembakan Cho Younghwan. Setelah itu Cho Younghwan dan Kim Hana-lah yang mati. Kemudian disusul Appa dan beberapa agen pembantu lain, tadi aku sudah bilang kan? Mereka, meninggal di lokasi kejadian. Setelah orang-orang yang meninggal di lokasi kejadian, Ahra dan Seunghyun Oppa menyusul. Dieksekusi.

Perfect.

Peristiwa 8 tahun lalu itu sukses membunuh setidaknya 12 orang. 5 dari SAO dan sisanya dari pihak Cho.

Kyuhyun berhasil lari. Menyisakan satu-satunya Cho.

Misi Penghancuran Keluarga Cho sempat terhenti karena beberapa kendala. Salah satunya, kehilangan jejak Cho Kyuhyun. Sampai tiga tahun yang lalu, jejak lelaki itu ditemukan kembali. Dan Si Shim gila itu menyuruhku menjadi pemimpin dalam misi ini. Dia itu bodoh atau apa? Sudah tau aku wanita dan resiko untuk tunduk terhadap pesona target sangatlah besar namun masih saja menyuruhku. Dan jangan lupakan fakta tentang pengkhianatan Seunghyun Oppa.

 

Changmin pernah berkata ‘Karena hanya kau yang bisa menghancurkannya.’

Jujur aku tidak mengerti arti ucapannya.

 

Oh iya, terbukti kan resiko itu? Aku jatuh cinta padanya. Oh bersyukurlah aku tidak pernah melakukan hubungan intim dengan Kyuhyun seperti yang dilakukan Seunghyun Oppa dan Ahra.

 

Kembali ke misi tadi.

Aku menyamar menjadi seorang wanita malam di salah satu pub yang sering Kyuhyun datangi. Di sanalah semuanya bermulai. Baru sekitar 2 minggu aku di pub itu dan Kyuhyun sudah sering menggodaku. Sampai akhirnya dia mengatakan bahwa aku adalah wanitanya. Sebuah paksaan kan? Tentu saja aku tidak menolak, ini demi kelancaran misiku.

Soal Siwon Oppa… dia menyamar menjadi anggota baru kelompok mafia Kyuhyun. Dia menjalankan tugasnya sebelum aku, hal itu dilakukan supaya tidak mengundang kecurigaan Kyuhyun.

3 tahun tugasku berjalan. 1 tahun pertama untuk menyiapkan segala hal untuk menjebak Kyuhyun dan mencari keberadaan pasti dirinya, dan 2 tahun sisanya untuk menjalankan misi. Dan juga untuk mendapatkan kepercayaan dari Kyuhyun. Kepercayaan itulah kunci sukses misi ini.

Dan yah, kau tau sendiri. Berhasil. Aku dan Siwon Oppa berhasil menghancurkan Cho terakhir.

 

Apakah kalian mau tau tentang Cho Kyuhyun? The target.

Kyuhyun mati sebulan yang lalu. 2 bulan setelah ‘diistrahatkan’ di tempat sementara akhirnya lelaki itu dieksekusi. Begitu pula dengan bawahan-bawahannya. Hal itu ditujukan supaya tidak ada lagi generasi Cho ataupun yang bukan Cho melanjutkan peran kemafiaan yang sudah sangat meresahkan itu.

 

Soal jatuh cinta padanya… tadi aku mengatakannya kan? Ya, aku mengakuinya. Namun, yah… nasi sudah menjadi bubur. Jika saja pekerjaanku bukanlah seorang anggota organisasi anjing pembantu negara, mungkin aku sudah bisa bersamanya saat ini. Entah dia akan dibunuh juga atau tidak.

 

Jujur saja hingga sekarang, perasaan itu masih ada. Perasaanku untuk Cho Kyuhyun. Sudah berkali-kali aku mencoba melupakannya. Namun, apa hasilnya? Nihil. Nama, wajah, kelakuannya, dan segala hal tentang dirinya terus saja berputar seperti film di kepalaku. Sialan!

 

Cho Kyuhyun sialan.

 

Satu-satunya lelaki yang mampu menjebol pertahanan hatiku.

 

Sialan.

 

 

Uhh… Ijinkan aku untuk berbicara dengannya.

 

Kyu, aku mencintaimu… Sangat. Aku tidak tau mengapa hal ini terasa begitu menyakitkan. Dan juga, menjijikkan. Aku jijik pada diriku sendiri yang bisa-bisanya mencintai mafia seperti dirimu. Namun, yah kau juga mencintaiku. Kurasa kau tidak berbohong mengenai hal itu. Kurasa.

 

Kyuhyun-ah, maafkan aku tidak bisa membalas perasaanmu… Setidaknya, 2 tahun bersamamu itu cukup membuatku mengerti apa arti cinta, cinta kepada lelaki.

 

Kyuhyun-ah, maafkan aku membohongimu… Setidaknya, persaanku padamu itu bukan sebuah kebohongan… Kau salah saat itu, kau mengatakan aku berbohong soal perasaanku padamu. Kau benar-benar salah.

 

Kyuhyun-ah, kita memang tidak bisa bersama. Aku seorang yang bekerja untuk pemerintah dan kau yang diburu oleh pemerintah. Aku pemburu dan kau mangsa. Bagaimana kita bisa bersama jika seperti itu?

 

Ah sudahlah… Hanya kalimat ‘maafkan aku atas segala tindakanku selama ini’ yang bisa kusampaikan padamu.

 

Dan satu lagi, maafkan aku karena membunuhmu secara tidak langsung…

 

 

 

Sooyoung menyesap untuk terakhir kali Mocchiatonya. Dengan segera membuang cup minuman itu di sampah terdekat yang baru saja Ia lewati. Langkahnya semakin cepat sesaat setelah Ia memeriksa jam tangannya.

Senyum lega menghias wajahnya ketika Ia sampai di satu gedung yang merupakan kantornya. Sebelum benar-benar memasuki gedung itu, pikirannya berkata,

 

 

Cho Kyuhyun, kita memang tidak ditakdirkan untuk bersama. Aku memang tidak diperbolehkan Tuhan untuk mencintaimu, begitu pula dengan dirimu. Kau tidak seharusnya mencintaiku, sudah kubilang aku ini pemburu dan kau mangsa.

 

Kyuhyun-ah… Kumohon maafkan aku karena tidak bisa membalas perasaanmu dan semua perhatianmu selama ini… Semua itu tentu mempunyai alasan…

 

Karena kau…

 

Karena kau hanya target dalam misiku.

 

Sedetik kemudian, kakinya berjalan dengan anggun memasuki gedung itu. Memulai misi lain yang menjadi kewajibannya.

 

 

 

END

SELESAI. Hahaha maaf ya kalau ngga sesuai harapan readers L abis emang aku kepikirannya gini ceritanya hehehe. Oh iya ada yang mau tau nggak kenapa aku kasi PG-17? /Nggak ada/ Oke, kenapa aku kasih PG-17? Karena banyak banget hal-hal ngga baik dari ff ini sobs maafkan saya yaa hehehe. Hal-hal ngga baik itu macam ngerampok, terus adegan kekerasan, habis itu juga yang kisseu kisseu, terus adegan mesra mesra lain lah pokoknya hehehe. Maafkan author sesat ini ya.

Terus juga maafin author ya, udah 2 ff tapi sad ending semua. Abis lebih gampang dibuat sih kalo sad._.v Ada yang bakal nunggu ff saya lagi nggak? Jujur aja sekarang udah ada 3 ide lagi nih buat ff tapi kayanya yang bakal terlaksana cuma 1 hehehehe ._. janji deh yang selanjutnya bakal happy ending. Author newbie ini janji ff selanjutnya bakal happy ending, percaya deh._.v

Oke, sekian dari saya. Terima kasih telah membaca~

Jangan lupa komen! /maksa/

 

Advertisements

97 thoughts on “THE TARGET 2 OF 2”

  1. yah kan….. akh… kirain setelah misi ini si kyu & soo bisa bersatu. tp ternyata malah lebih kejam.. kyu dieksekusi TT__TT kejamnya alur ceritanya mulai dr silsilah keluarga sampe akhirnya kyu meninggal

  2. Annyeong ^^~
    waaa sad ending ‘-‘
    Kyu Oppa bnrn di eksekusi *_*
    ak kira Soo Eonnie dtg menyelematkn (?)
    gpp Deh 🙂 ditunggu ff lain nya
    author Hwaiting !

  3. Yahhh sad ending. Aku kira nantinya kyuyoung bakal bersatu. Ternyaya engga –; seenggaknya kyuhyun ga dieksekusi gitu terus kyuhyun tobat(?) bener bener mirip sama one shot yah ._. Tapi keren kok thor!

  4. Ohhh ini sungguh mnyakitkan. Knpa harus setragis ini ???
    Pdahal kyu bner” cinta sama soo namun dendam dan misi mngalahkan cinta yg saling mreka punya …
    Daebakkkkkkk bgt nih ff
    yh walau sad end

  5. owww,,,jadi secara gak langsung ini kyk dendam keluarga ya????
    kasian bgt kyu,,,padahal dia tulus cinta ma soo….

  6. Sad ending tp daebak kok
    Paling suka part yang kyuhyun bilang “aku kecewa padamu youngie”
    kyyya neomu daebak

  7. Yahh,,, sad ending… 😦 Tpi keren cerita!! Ga bisa di tebak!! Di tunggu karya2 ff nya yg lain!! HWAITING!! 😀

  8. Keren loh thor,tapi sayang sad ending tapi kalo mau dijadiin happy ending jg kayaknya terlalu maksa karna dari awal konflik nya ngga biasa,ya seperti kata soo aku pemburu dan kau mangsa .
    Aku suka pas endingnya keren,pas soo memulai aktivitasnya tapi dia sambil bercerita,kaya film film action gitu^^ .

    Janji ya thor,next ff nya happy ending?hihi

  9. aaah jd KyuYoung gk bersama yaaah..
    yaah mw di apain lg,, emng mreka gk ditkdirin sma2 sih,, pemburu dn mangsanya.. sngt sulit bersama memg..
    kereen kok thor.. FIGHTING!!

  10. Waaa..gh
    bru x ini ada ff yg crita.A mengorbankan cinta dmi k.baikan…
    bner2 Daebakkkkk
    bysa.A kan mengorbankan segala.A dmi cinta. ^_^

  11. Alur ceritanya bagus thor,saya suka bacanya..walopun endingnya kyuyoung ga bersatu tp ceritanya keren thor daebak!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s