Pastel Pistol: Mauve

pastelpistol

A comeback story by Soshinism

—–

Rating: PG 15

Genre: Romance, Psychological

Cast: Cho Kyuhyun. Choi Sooyoung. Choi Siwon. Shim Changmin.

—–

— I present to you the best from me—

Mei, 2017

Hari berjalan seperti biasa untuk Sooyoung. Sebagai dokter bedah yang bekerja di beberapa rumah sakit di Seoul, kebutuhan hidupnya bisa dibilang sangat tercukupi, tinggal di daerah Gangnam, mobil sport mahal, koleksi baju eksklusif, dan hal-hal lain yang membuktikan betapa mumpuni hidupnya. Ah, satu lagi, wanita itu lebih suka untuk tidak menampakkan kredibilitas ekonominya, baginya hal-hal itu ditunjukkan dan digunakan pada saat yang benar-benar tepat saja.

Wanita itu menguap malas saat langit mulai berubah ungu kemerahan saat jarum jam menunjukkan pukul lima sore. Sooyoung yang kebetulan baru saja menyelesaikan satu operasi besar sejak pagi tadi dan belum memulangkan dirinya, terpaksa harus ikut panggilan kepala UGD untuk berkumpul sebentar. Kepala UGD itu ternyata mengumumkan perihal pergantian jadwal shift rumah sakit. Sooyoung mendengarkan dengan seksama informasi itu.

Dan sampailah pada namanya yang dipanggil, “Third shift,” ujar kepala UGD tersebut. Wanita itu tahu tentunya arti dari third shift, atau shift ketiga, yang artinya ia harus siap siaga dari mulai pukul sebelas malam hingga pukul tujuh pagi. Sebenarnya ia tidak mendapat tugas jaga di UGD, mengingat dirinya adalah satu dari sekian dokter spesialis bedah terbaik yang ada di Korea, yang mana jadwal kerjanya ditentukan oleh panggilan rumah sakit saat ada yang membutuhkan dokter bedah. Namun, bukan Sooyoung namanya jika tidak lebih memilih untuk berkeliaran di rumah sakit ketimbang beristirahat di rumahnya. Namanya dalam daftar shift tersebut juga hanya formalitas.

Dan ketika kerumunan manusia itu pada akhirnya mulai tercerai, Sooyoung berjalan kembali ke ruangannya. Saat itu pula ponselnya berdering dua kali tanda sebuah notifikasi masuk. Dilihatnya notifikasi tersebut dan menunjukkan nama seseorang kemudian senyumnya merekah.

Siwon’s Eongdeongi : Dinner?

Sooyoung : Eodi?

Dan ketika orang di seberang kembali membalas pesannya, Sooyoung bergegas untuk pergi. Tak lupa jas putihnya ia ganti dengan coat biru dongker kesukaannya.

***

Di tempat lain yang tak begitu jauh dari rumah sakit tempat Sooyoung bekerja, seorang pemuda yang tampilannya begitu ekslusif sedang memimpin sebuah rapat yang nampaknya hampir selesai. Beberapa menit kemudian, setelah sang lelaki menjelaskan hal-hal penting yang berhubungan dengan investasi, investor, saham, dan lain-lain, rapat ia tutup dan para pemegang jabatan yang sedari tadi duduk pun mulai berdiri dari singgasananya dan melangkah keluar untuk kembali mengurus pekerjaan. Dan tersisa lelaki muda yang memimpin rapat itu beserta lelaki muda lain yang dengan setianya menunggunya merapihkan berkas-berkas.

“Setelah ini jadwal Sajangnim kosong sampai pukul dua siang, apakah ada yang akan Sajangnim lakukan?”

“Hmm… let’s go to Abbeoji,” ujar Kyuhyun dengan kemampuan bahasa asing yang cukup untuk seseorang yang ekslusif. Dan dengan itu keduanya membelah lautan kendaraan manusia menuju tempat yang dimaksud

***

Kemudian keduanya menjalani hidup seperti biasa, tak ada yang terlalu berarti tiap detiknya. Mengejar keinginan yang ingin dicapai dalam hidup, seperti orang biasa, berkencan dengan pasangan masing-masing, bekerja hingga melebihi jam kerja seharusnya, tipikal orang-orang berkemampuan ekonomi tinggi.

Setidaknya keduanya melalui jalan dalam hidup dengan tenang, sampai ketika takdir memutuskan untuk mempertemukan mereka. Lagi.

***

Juni, 2017

Kyuhyun melangkahkan kakinya dengan malas menuju sebuah ruangan karaoke. Sendiri. Beberapa saat kemudian seorang penghibur memasuki ruangan yang sama dengannya dan mulai bernyanyi sambil menari, dengan seduktif. Tugasnya memang begitu, menghibur pengunjung yang datang di tempat tersebut.

Masih dengan tiap gerak tubuhnya yang seduktif, wanita itu perlahan mendekati Kyuhyun. Dan melakukan sedikit-banyak sentuhan pada lelaki itu masih sambil bernyanyi. Raut wajahnya tampak mengharapkan respon yang ia harapkan dari Kyuhyun. Sementara lelaki yang diperlakukan sedemikian masih seperti awal, tidak berminat sama sekali. Matanya memutar malas saat tangan wanita mulai menyentuh bagian dadanya. Dengan gerakan cepat dan sedikit kasar ia tampik tangan itu, sontak sang wanita penghibur terkejut dengan perlakuan Kyuhyun, dan membuatnya langsung meninggalkan Kyuhyun sambil menggerutu dengan kata-kata kasar.

Kyuhyun yang kembali sendiri akhirnya memutuskan untuk menenggak barang satu-dua botol soju. Dan sayangnya, satu-dua botol soju itu berakhir menjadi beberapa belas botol. Setelah dirasanya ia cukup mabuk, tubuhnya berdiri dan menuju mobil mewahnya dan mulai mengemudi. Ia tahu ini sebuah keputusan yang salah, tapi tetap dilakukannya, ia hanya ingin melampiaskan semuanya hari itu.

Matanya melirik pada jam digital yang terdapat di bawah speedometer dekat kemudi mobilnya, tertulis 01.45. Kesadarannya tiba-tiba menghilang untuk sepersekian detik, dan yang ia baru sadari, ia memakan jalur dari arah lawan. Sebuah mobil dari arah lawan itu membunyikan klaksonnya ketika Kyuhyun melanggar batas, Kyuhyun yang terkejut dan akhirnya betul-betul sadar langsung membanting kemudi ke arah sebaliknya untuk menghindari tabrakan keras. Namun, sayangnya, dirinya yang menjadi korban karena menabrak sebuah tiang lampu jalan.

***

“Apa yang terjadi padanya?” tanya Sooyoung dalam keadaan rumah sakit yang sedang penuh pasien. Langkah kakinya semakin cepat sambil merubah tatapan mata pada korban kecelakaan tunggal yang baru saja masuk ruang UGD tersebut dan perawat.

“Mobilnya menabrak tiang lampu jalan, dia menyetir dalam keadaan mabuk, lengan atasnya patah, ada serpihan tulang yang masuk ke aliran darahnya, Songsaengnim, selain itu ada laserasi pada bagian dadanya,” jawab sang perawat dengan napas terengah karena terlalu lelah malam itu.

“Siapkan ruang operasi segera,” perintahnya pada sang perawat. Sembari perawat menyiapkan ruang operasi, Sooyoung memerintahkan seorang perawat lain untuk memanggil teman dekatnya, seorang anastesiologis terbaik yang ada di rumah sakit tersebut. Dirinya kemudian bersiap dan dengan langkah percaya diri masuk ke ruangan operasi. Pukul dua lewat tujuh belas menit, ia mulai operasinya.

***

Beberapa jam kemudian, Sooyoung bernapas lega setelah operasinya berjalan lancar. Setelah memerintahkan residen untuk menyelesaikan hasil kerjanya, ia langkahkan kaki menuju resepsionis untuk melakukan cek identitas pasien yang baru saja dioperasinya.

“Pasien yang mengalami fraktur pada humerus-nya, siapa namanya? Ada keluarganya yang sudah dihubungi? Atau sudah datang kemari?” tanyanya pada seorang petugas di meja resepsionis.

“Ah ne, Songsaengnim. Tidak ada nomor keluarganya yang dapat dihubungi, namun di ponselnya ada kontak sekretarisnya dan kami sudah menghubunginya,” jawab petugas itu.

“Lalu? Di mana sekretarisnya?” tanyanya lagi karena tak dapat menemukan tanda keberadaan orang yang disebut sekretaris itu di rumah sakit.

“Sekitar satu jam yang lalu sudah mengabarkan sedang dalam perjalanan, Songsaengnim. Ah, nama pasien itu Cho Kyuhyun,” Sooyoung mengangguk tanda mengerti sambil menggumam sebuah ne sebelum ia kembali menatap sang petugas dengan mata yang membelalak karena terkejut.

“C-cho Kyuh-kyuhyun?” tanyanya dengan tergagap.

Ne, Cho Kyuhyun, Songsaengnim,” seketika itu otot tubuh Sooyoung menegang saat mendengar nama itu lagi dari sang petugas. Untuk beberapa saat yang tak terindikasi berapa lama, jantungnya serasa hampir meledak, matanya panas dan memerah, tangannya yang terkulai mendadak mengepal keras.

Song-songsaengnim?” panggil petugas itu sekali lagi karena Sooyoung tak meresponnya. Sooyoung hanya mengucap terima kasih kemudian pergi dengan perasaan yang ia sendiri tak mampu deskripsikan. Kakinya berbalik arah kembali ke meja resepsionis dan dengan kebingungan yang merajai pikirannya ia bertanya, “dipindahkan ke mana pasien itu?”

“Ruang VVIP Nomor 611, Songsaengnim,” dengan cepat Sooyoung putuskan untuk ke ruangan itu. Ketika kedua kakinya tepat di hadapan pintu ruangan itu, ia melirik pada papan nama pasien yang berada di sebelah kanannya. Cho Kyu Hyun. Jelas tertulis pada papan kaca tersebut. Ia beranikan diri untuk memasuki ruangan tersebut dan mendekat pada sisi kasur Kyuhyun. Dilihatnya wajah lelaki muda yang tampan itu dengan seksama, kembali pikirannya terasa campur aduk.

Pada saat itu juga pintu terbuka dan menampakkan seorang lelaki muda lain yang tampilannya necis dan terlihat begitu sopan. Pemuda itu menundukkan kepala dan Sooyoung membalasnya.

“Bagaimana keadaannya, Songsaengnim?” tanyanya pada Sooyoung. Wanita itu kemudian membalas dengan penjelasan singkat.

“–butuh sekitar delapan minggu untuk sembuh.” Lelaki itu mengangguk dan membungkukkan badan tanda terima kasihnya dan Sooyoung dapat menebak jika lelaki itu adalah sekretaris yang dihubungi oleh petugas resepsionis tadi.

“Untuk sekarang biarkan dia beristirahat, jika nanti Cho Kyuhyun-ssi mengalami shock, anda bisa mengatakan pada perawat yang ada di lantai ini untuk memanggil saya, Choi Songsaengnim,” ujarnya lagi sembari melangkahkan kaki keluar dari ruangan tersebut. Ia memutuskan untuk melepas penat sebentar di bagian rooftop rumah sakit itu, hal yang biasa dilakukannya setelah menyelesaikan operasi.

***

Angin pagi menerpa wajahnya dan rambut panjangnya yang terikat tidak rapi melambai-lambai dengan anggunnya. Kedua tangannya ia masukkan pada saku jas dokter putihnya. Sesekali Sooyoung menundukkan kepalanya dan menghela napas berat. Ada sebuah kebingungan yang melanda pikirannya sejak ia mendengar nama pasiennya tersebut.

“Cho Kyuhyun…” gumamnya.

Nuguya… Cho Kyuhyun-ssi? Apa kau… Cho Kyuhyun-ku?” gumamnya lagi pada diri sendiri.

Seketika itu bayangan-bayangan sebuah kejadian mengerikan terlintas di kepalanya. Seorang lelaki yang menendang dan memukuli ayahnya di hadapannya. Suara yang memekikkan telinga datang dari berbagai arah dan menyerang Sooyoung yang semakin merasakan pusing menjadi pada kepalanya. Kedua kakinya melemas dan ia berpegang erat pada pagar pengaman rooftop. Tubuhnya menekuk ketika rasa pusing itu kembali menjadi dan bayangan-bayangan yang tak pernah diinginkan olehnya kembali muncul. Hampir saja ia menyerah pada angin untuk membawanya pergi ketika tubuhnya ditangkap oleh dua tangan kokoh dari belakang.

“Yya, Sooyoung-ah! Waegurae? Sooyoung-ah!” teriak pemilik tangan itu sembari berusaha menyadarkan Sooyoung. Wanita itu kemudian tersadar dan kembali menggenggam kesadarannya ketika melihat siapa orang yang menahan tubuhnya untuk tidak jatuh.

Gwenchana, Oppa,” balasnya sambil berusaha berdiri lagi.

Jeongmal?”

“Eoh, gwenchanayo, Siwon Oppa,” balasnya lagi.

“Kau mengalaminya lagi?” tanya lelaki yang bernama Siwon itu padanya. Sooyoung hanya tertawa kecil kemudian memandang lelaki itu. Siwon membalas pandangannya dan menaikkan satu alisnya, dan bibirnya terbuka lagi, “wae? Apa aku terlalu tampan?” Kali ini Sooyoung tertawa lepas dan menumbukkan pandangannya pada bangunan-bangunan tinggi di hadapannya.

Oppa, apa kau kenal dengan seseorang yang bernama Cho Kyuhyun?”

Siwon terdiam. Sekujur tubuhnya tak mampu bereaksi mendengar nama itu. Sampai Sooyoung memukul punggungnya dan ia baru tersadar dari lamunannya. “Kau kenal dengannya?” Siwon mengedipkan kelopak matanya dengan cepat dan mengalihkan pandangannya dari Sooyoung.

“P-pasien kecelakaan tadi kan?”

Sooyoung yang mendengar itu hanya menghirup napas panjang dan menggumam. Pandangannya kembali tertuju pada apa yang ada di hadapannya.

W-wae, Sooyoung-ah?”

Anniya. Kupikir kau mengenalnya. Namanya tidak terasa asing di telingaku,” balasnya dengan senyuman kecil.

Siwon menghela napas dan merangkulkan tangannya pada bahu Sooyoung, kemudian berkata pelan, “Cho Kyuhyun… -mu?” Dan Sooyoung kali ini menghadapkan badannya pada Siwon, tertawa kecil, “ini hanya kebetulan kan, Oppa?”

Lelaki itu juga menghadapkan badannya pada Sooyoung, dan meletakkan kedua telapak tangannya pada pipi Sooyoung, “Ne, ini hanya kebetulan,” jawabnya dan merengkuh Sooyoung ke dalam pelukannya. Dan wanita itu tersenyum begitu manis dalam rengkuhan erat Siwon. Sementara lelaki itu memandang langit, dan dalam hatinya bergumam, “jangan pernah mengingatnya kembali, Sooyoung-ah, apapun tentangnya, masa lalumu dan dirinya, jangan pernah mengingatnya kembali.”

Oppa, bagaimana kau bisa tahu nama pasienku yang baru saja selesai operasi?” tanya Sooyoung dengan tiba-tiba dan Siwon hanya tertawa canggung membalasnya.

***

Siwon semakin mempercepat langkahnya dengan napas yang seirama. Ia membuka pintu sebuah ruangan VVIP dan bergegas memasukinya. Pikirnya berkecamuk sampai tak menyadari ada seorang lain di ruangan itu selain dirinya dan sang pasien. Matanya kemudian bertemu dengan kedua pasang mata seorang lelaki berkacamata yang tengah sibuk berbincang di ponselnya. Orang tersebut tersadar akan kehadiran Siwon dan bersegera mematikan komunikasinya, ia membungkuk pada Siwon sembari memasukkan ponsel ke dalam saku jas hitamnya.

Siwon sedikit kikuk dan setelah berhasil mengumpulkan segenap keseriusannya ia bertanya, “Hoksi… Cho Kyuhyun-ssi… Presid–euh, anniya. Belum sadarkah Cho Kyuhyun?”

Lelaki yang ditanya itu sedikit terkejut dan mengerjap-erjapkan matanya beberapa kali, namun beberapa detik kemudian kembali terlihat santai dan tetap sopan, “Ah, ne. Cho Sajangnim belum sadar. Keunde, waeyo, Songsaengnim? Apakah ada berkas lain yang perlu diurus?” Kali ini Siwon tersenyum kecil, kemudian membalas, “Ah, anniyo, anniyo.” Kegugupannya menjadi dan akhirnya ia memutuskan untuk bergegas keluar dari ruangan itu, setelah membungkukkan badannya dengan sopan dan dibalas hal yang sama dengan lawan bicaranya itu.

Cepat-cepat ia menuju bagian resepsionis rumah sakit, kemudian setelah sampai, pada seorang perawat wanita yang bertugas shift siang ia bertanya, “Bisa aku lihat data pasien bernama Cho Kyuhyun?” Perawat itu dengan cekatan memberikan data yang diminta Siwon padanya. Kedua mata lelaki itu dengan jeli membaca tulisan-tulisan pada layar tablet.


Name              : Cho Kyu Hyun

DOB                 : February 7, 1988

Age                  : 29

Occupation      : President of Younghwan Group Korea

Guardian         : Shim Changmin


Sekali lagi Siwon menghela napas berat ketika dugaannya benar. Ia mengembalikan tablet itu pada perawat dan melangkah lunglai menuju ruang ganti. Shift jaganya sudah selesai dan ia bersiap untuk meninggalkan rumah sakit itu sebelum kembali berjaga malamnya.

***

Sinar matahari yang menyilaukan semakin berubah kemerahan seiring langit biru cerah meninggalkan singgasana dan berganti dengan lembaran ungu-jingga, lama-lama menjadi biru kehitaman dan bulan perlahan mulai muncul. Sedetik-dua, Kyuhyun perlahan mengerjapkan matanya. Ketika pandangannya sudah sempurna terbuka, ia mendengar seseorang memanggil namanya. Kyuhyun menoleh sedikit pada sumber suara, dilihatnya sekretarisnya berdiri dari duduknya dan segera menghampiri dirinya.

Gwenchana, Sajangnim?”

Kyuhyun mengernyit ketika kepalanya sedikit terasa pusing dan lengannya sakit. “Sudah berapa kali kubilang untuk memanggil namaku saja, Changmin-ah?” katanya dengan tersirat nada kesal pada lelaki yang memanggilnya Sajangnim itu.

“Ahaha, ne, Sajang-eh, Kyuhyun-ssi,” jawabnya.

“Apa yang terjadi? Seingatku aku mabuk dan menabrak tiang lampu jalan, lalu?”

“Lengan atas tangan kiri patah, dokter yang mengoperasi tadi berkata butuh sekitar delapan minggu untuk benar-benar pulih,” Kyuhyun mendecak kesal dan menyadari kebodohan dirinya karena seharusnya ia tidak menyetir dalam keadaan mabuk, dan seharusnya ia menelepon Changmin untuk membawa mobilnya.

“Untuk sementara waktu Sajangnim–,”

“Kyuhyun,” potong Kyuhyun lagi saat sekretarisnya itu kembali memanggilnya dengan jabatannya. Ia tidak begitu menyukai panggilan itu kecuali jika benar-benar dibutuhkan seperti saat di kantor, selain itu, siapapun ia larang untuk memanggilnya tidak dengan namanya. Menurutnya, panggilan seperti tidak nyaman untuk didengar dan seperti menciptakan sebuah garis pembatas antara dirinya dan bawahannya.

“Ah ne, Kyuhyun-ssi. Untuk sementara waktu, selama masa penyembuhan itu, semua perjalanan ke luar Korea sudah dijadwalkan ulang, beberapa dibatalkan.

Mworago? Mworaguyo? Kau batalkan? Wae? Yang patah kan hanya tanganku, bukan otakku, aku masih bisa meeting dengan baik, Changmin,” cecarnnya dengan cepat dan Changmin hanya mampu membungkuk sedikit.

“Pihak yang bersangkutan sudah mengetahui yang terjadi pada Kyuhyun-ssi, dan mereka sepakat untuk menjadwal ulang dan atau membatalkan pertemuan-pertemuan tersebut. Ah, satu lagi, apakah perlu memberita–“

Dwasseo. Jangan beritahu Abbeoji soal kecelakaan ini. Algesseo?”

Ne, algesseumnida.”

“Omong-omong, aku bisa pulang kapan, Changmin-ah?”

“Setelah pemeriksaan akhir oleh dokter, nanti akan diputuskan apakah Kyuhyun-ssi bisa pulang atau belum. Ah, sebentar lagi ada dokter yang akan datang,” dan Kyuhyun hanya mengangguk.

Saat itu pula pintu terbuka dan menampakkan beberapa orang yang mengenakan jas putih. Salah satu yang berjalan paling depan membungkukkan badan dan diikuti beberapa yang lainnya sembari mengucap, “Annyeonghaseyo, Cho Kyuhyun-ssi.” Kyuhyun memalingkan kepalanya pada dokter wanita yang menyapanya tersebut. Wanita itu mendekat ke arahnya dan tersenyum tipis, “Bagaimana keadaanmu? Apa painkillers-nya masih bekerja?”

Dan Kyuhyun masih terdiam memandang wajah dokter itu, sejenak kemudian kedua bola matanya mengarah pada badge nama dokter itu. Ekspresinya tidak berubah, dan ia kembali memandang pada wajah sang dokter ketika namanya dipanggil sekali lagi.

“A-ah ne, gwenchanseumnida, Songsaengnim,” ujarnya kali ini memalingkan pandangannya dari pandangan dokter itu. Setelah mendapat izin, dokter itu memeriksa keadaan Kyuhyun dengan seksama. Suasana mendadak berubah hening untuk beberapa saat. Kyuhyun kembali tak mampu memandang mata dokter itu.

“Paska operasi ini Kyuhyun-ssi sudah cukup membaik, setelah ini Kyuhyun-ssi bisa pulang. Tujuh hari lagi akan ada kontrol untuk pencabutan jahitan,” ujar dokter itu lagi. Kyuhyun dan sekretarisnya mengangguk tanda mengerti dan dokter bersama beberapa bawahannya tersebut pamit dan berjalan keluar ruangan.

Kyuhyun masih terdiam setelah dokter-dokter itu keluar. Changmin yang menyadari bosnya seperti itu membuka bibirnya, “Waeyo, Kyuhyun-ssi?” tanyanya karena melihat ekspresi Kyuhyun yang tak mampu ia baca. Untuk beberapa saat Kyuhyun terlihat berpikir sangat serius, dengan suara parau ia berkata, “Namanya Choi Sooyoung, Changmin-ah.” Dan Changmin yang mendengar itu ikut terkejut, matanya membesar dan bibirnya terbuka sedikit.

“Dokter itu, namanya Choi Sooyoung,” ujar Kyuhyun lagi dengan nada tak percaya.

***

Di tempat lain, tujuh hari setelah Kyuhyun dipulangkan dari rumah sakit, di sebuah penjara yang berada jauh dari perkotaan Seoul, seorang lelaki paruh baya duduk santai dan membaca koran yang ia dapat dari seorang sipir penjara. Ruang penjaranya yang sempit dan hanya dihuni olehnya dan seorang narapidana lain, mulai mengeluarkan udara pengap yang terjebak oleh dinding beton keluar ketika sang raja merah muncul ke langit. Dari sebuah ventilasi kecil yang terdapat pada pintu baja ruang penjaranya itu, seorang sipir memanggil namanya, menginstruksikannnya untuk keluar, “Ada visitor yang ingin bertemu,” ujar sipir tersebut. Sementara narapidana yang dipanggil tersebut hanya menarik satu ujung bibirnya dan dengan langkah ringan berjalan ke ruang pertemuan.

Narapidana itu tau siapa lelaki yang menemuinya dari balik badannya, ia berjalan ke arah meja di mana lelaki itu duduk, dan meletakkan tubuhnya pada kursi yang berhadapan dengan lelaki itu. Sang lelaki yang tak menduga jika yang ditunggunya sudah muncul, sedikit tersentak oleh kedatangannya dan berdiri kemudian membungkukkan badan.

Annyeonghasimnikka,” ujarnya pada narapidana tersebut. Sementara narapidana itu tertawa kecil atas keformalan sang lelaki dan menyuruhnya duduk kembali dengan isyarat tangan. “Eotteokejinaesimnikka? tanyanya pada narapidana yang lebih tua itu. Sang narapidana mengangguk dan tersenyum kecil, “Ne, ne¸ jeoneun gwenchansumnida, Changmin-ssi. Kyuhyun, eottokeyo?”

“Kyuhyun Sajangnim baru saja mengalami kecelakaan mobil, lengannya patah dan seminggu yang lalu telah dioperasi, malam nanti akan bertemu dengan dokter yang mengoperasinya lagi,” ujar Changmin. Lelaki yang satunya mendecak pelan kemudian berkata, “kenapa tidak memberitahuku sejak kemarin?”

Jeosonghamnida, Ahjussi. Keunde…”

Keunde mwo?”

“Dokter yang bertanggungjawab sampai akhir masa penyembuhan Sajangnim…”

Untuk beberapa saat Changmin terdiam, ragu akan hal yang hendak diucapkannya. Pikirannya bingung ketika ia harus memilih antara yang mana yang harus ia katakan. Bibirnya mendesaknya untuk cepat berbicara, namun ada sebuah perasaan dalam hatinya untuk tidak mengatakan apa yang akan ia katakan sebelumnya.

“Ada apa dengan dokter yang menangani Kyuhyun?” tanya lelaki yang lebih tua karena Changmin tak kunjung mengeluarkan suara.

Changmin menghela napas berat namun pelan, kemudian tersenyum kecil dan kembali menatap lelaki di hadapannya, “Anniyo, Ahjussi, anniyo.” Sang narapidana membalas Changmin dengan senyum, ia membenarkan letak kacamatanya, kemudian berkata, “sudah? Itu saja yang akan kau sampaikan?”

Ne, Ahjussi,” ujar Changmin sambil menganggukkan kepalanya. “Kalau begitu, aku pamit dulu, Ahjussi. Kyuhyun Sajangnim harus ke rumah sakit malam ini, annyeonghigyeseyo,” dan dengan itu tubuhnya menghilang di balik pintu utama penjara, meninggalkan lelaki yang sedari tadi ia panggil Ahjussi itu masih duduk dengan tenang, sampai dua sipir menghampirinya dan membawanya kembali ke ruangan penjaranya.

***

“Yya! Changmin-ah! Lama sekali kau. Dari mana?”

Changmin baru saja meletakkan payung hitam yang digunakannya untuk melindungi diri dari gerimis yang tiba-tiba datang dan menutup pintu utama rumah, ketika teriakan bosnya itu memekik telinganya. “jeosonghamnida, Kyuhyun-ssi. Ada satu-dua urusan perusahaan yang harus diselesaikan,” jawabnya tetap tenang. Kyuhyun hanya melengos sambil mengenakan coat abu tua miliknya, kemudian mengisyaratkan pada Changmin untuk menyiapkan mobil untuk ke rumah sakit.

Keduanya meletakkan tubuh pada seat mobil mahal milik Kyuhyun dan bergegas pergi. Beberapa menit berlalu dalam keheningan, dan hanya ada alunan simfoni tradisional khas negeri Perancis ketika tiba-tiba Changmin berdehem, cukup pelan, tapi Kyuhyun masih mampu mendengarnya. Tak urung hal itu membuat Kyuhyun yang memejamkan mata sejak masuk mobil hingga sekarang, membuka suara, “Hmm. Wae? Ada yang ingin kau katakan, atau tanyakan, tapi kau ragu. Gwenchana, malhaebwa.”

Changmin tertawa canggung, kemudian membuka suaranya, “Hokshi… Apakah dokter itu benar-benar Choi Sooyoung?” Kyuhyun memalingkan kepalanya pada Changmin, dan menatap lelaki itu tajam, sementara yang ditatap masih fokus pada jalanan di depannya. “kalau hal itu, aku tidak mau membicarakannya,” balas Kyuhyun dan kembali memejamkan kedua matanya. Changmin hanya mampu terdiam mendengar itu dan perjalanan berlanjut dalam keheningan lagi.

Ketika sampai di rumah sakit, keduanya langsung menuju ruangan sang dokter. Seorang perawat wanita mempersilakan keduanya masuk terlebih dahulu dan menunggu selama sekitar sepuluh-lima belas menit, “Choi Songsaengnim masih ada jadwal operasi,” kata perawat itu. Waktu berlalu dan akhirnya wanita itu menampakkan batang hidungnya. Ia lontarkan beberapa kalimat basa-basi untuk membuang waktu sementara beberapa perawat menyiapkan alat-alat yang dibutuhkannya.

Jeosonghamnida, pencabutan jahitan ini akan terasa sedikit sakit,” ujarnya kemudian memerintahkan Kyuhyun untuk berbaring. Kyuhyun hanya terdiam dan menuruti apa yang dikatakan wanita itu. Kyuhyun berteriak kecil ketika dokter itu melepas plester pada bekas operasinya dan mulai menggunting jahitan tersebut. Satu-dua kali tubuh Kyuhyun melakukan penolakan karena tarikan yang dilakukan oleh dokter itu. Setelah selesai, ia mengganti plester pada Kyuhyun dengan seksama.

“Seminggu lagi plester ini bisa Kyuhyun-ssi lepas, tidak perlu datang ke rumah sakit, bisa dilepas sendiri. Nah, tiga minggu lagi silakan datang kemari, akan dilakukan rontgen dan kontrol. Algesseoyo?”

“Eoh, algesseumnida,” balas Kyuhyun pelan. Jarum detik jam dinding pada ruangan itu berdenting tepat pada angka sembilan, ketika tiba-tiba Kyuhyun menggenggam pergelangan tangan sang dokter. Sementara dokter itu yang terkejut hanya terdiam dan menumbukkan pandangan pada tangan Kyuhyun yang ada melingkar pada pergelangan tangannya.

“Changmin-ah, bisa tinggalkan kami sebentar?” tanya lelaki itu pada sekretarisnya, dan Changmin dengan sedikit langkah ragu perlahan keluar dari ruangan tersebut. Tersisa dua manusia yang sama-sama terdiam, sampai jarum detik pada jam kembali berdenting di angka sembilan, sang dokter baru mencoba melepas tangan Kyuhyun dari tangannya. Namun gagal. Yang ada Kyuhyun makin mempererat genggamannya.

“Sooyoung-ah,” panggil Kyuhyun pada wanita itu, pandangan matanya masih tertuju pada pergelangan tangan Sooyoung. Sebuah gelang biru langit tersemat di pergalangan tangan kecil itu. Sooyoung terdiam. Wanita itu benar-benar tidak tahu apa yang harus dilakukannya. Jantungnya mempercepat irama pemompaan darah diluar keinginannya.

“Kau tidak pernah melepasnya, eoh?” lelaki itu kembali berujar sambil menarik salah satu ujung bibirnya dengan sangat tulus dan menyebabkan Sooyoung kembali mencoba untuk menarik tangannya. Kali ini berhasil terlepas. Setelah mampu mengambil alih kendali atas tubuhnya, Sooyoung cepat-cepat kembali duduk di kursi di belakang mejanya. Wajahnya pucat dan ia tahu itu, ia pun tahu jika lelaki yang menyandang gelar sebagai pasiennya sekarang itu tersadar akan kepucatan wajahnya, namun sekuat tenaga ia tetap menyembunyikannya. Dengan segenap keberanian yang tersisa pada dirinya, wanita itu berkata, “untuk sebulan ke depan, Kyuhyun-ssi harus mengenakan armsling. Saat tidur bisa dilepas, dan setiap satu jam sekali tangan yang telah dioperasi harus digerak-gerakkan.”

Kyuhyun tersenyum lagi entah untuk yang keberapa kalinya, “Gomawo, Sooyoung-ah,” ujarnya lagi dan hanya mendapat anggukan dari wanita yang dipanggilnya itu sebagai balasan. Pada saat itu juga Changmin muncul dan menarik Kyuhyun keluar dari ruangan. Tepat di ambang pintu, keduanya berhenti. Kyuhyun menoleh ke belakang, mengamati wanita berjas putih tersebut beberapa detik, dan berkata, “Sooyoung-ah, bogoshippeo.”

Kali ini semua terdiam, ketiga orang itu mematung pada tempatnya masing-masing. Kedua bola mata Sooyoung membesar dan badannya bergetar. Beruntungnya Changmin segera sadar dan langsung menarik Kyuhyun setelah sebelumnya membungkuk dan meminta maaf pada Sooyoung. Sampai kedua lelaki itu benar-benar menghilang dari pandangannya, ketika itu pula satu bulir air mata jatuh mengenai jas putih Sooyoung, diikuti beberapa bulir lainnya yang jatuh perlahan namun banyak.

—–

FIRST PIECE: MAUVE DONE

—–

Author’s Note

Annyeonghaseyo, readers. First of all, I want to apologise to you all for keeping the stories locked down inside my laptop’s data for years. Second, I also want to apologise for not being able to update you with the other stories (A Game of Power & The Androgynies). I will definitely update the first one but maybe a little bit later than this new story. And as for The Androgynies, I am so sorry if at the end I won’t be able to continue it, because you know.. the idea disappeared just like a bubble, just like that and I cannot find it anywhere in my brain *sad sad emoji*. Again, mianhamnida, readers.

And, as my trial to atone all of those wrongs I’ve done to you, I present to you this brand new story, called Pastel Pistol. Dan yap, betul sekali, kalau dicermati copyright yang tertera pada poster adalah tahun 2016. Karena cerita dan poster ini sudah saya buat sejak tahun 2016 lalu dan baru sempat sekarang untuk update *cries a river, please forgive me*. 

Kira-kira adakah yang merasakan beberapa kesamaan cerita ini dengan beberapa judul drama Korea? Hihi, cerita ini sangat terinspirasi dari drama Korea yang berjudul: Doctor Stranger, Kill Me Heal Me, dan mungkin sedikit dari Legend of the Blue Sea *ngga bisa move on tolong*. Jadi, mohon maaf sekali jika ada kesamaan alur atau ide plot karena saya sangat ngga bisa move on dari drama-drama tersebut yang akhirnya menyebabkan saya untuk membuat cerita ini.

Ah anyway, enjoy your read, readers! Hope you like it 🙂

Soshinism’s out. *bows*

Advertisements

24 thoughts on “Pastel Pistol: Mauve”

  1. penasaran sama masa lalu mereka.. dan apa status sooyoung dan siwon.. dan kenapa bisa ayahnya kyuhyun mssuk penjara dan kenapa dengan ingatan buruk sooyoung di masa lalu

  2. Masa lalu mrk buruk sptnya y ,apa kyuhyun soo sepasang kekasih dulu?? Ortu kyu knp ada dipenjara ?
    Keren eon ditunggu neeeeeeext fighting

  3. Emang dluny ap hub kyuyoung ?
    Lalu, knp ayah kyu bsa ad dipenjara ?

    Btw ap hub soo am siwon ?
    Smga saudaraan dh

    next part dtunggu ya

  4. Ff ff kaya gini nih yang ditunggu tunggguuu banget. Astaga kyu. Ada apa antara kyu sm sooyoung
    aaa kangen evil couple ini
    moga authornim cepet update yah ehhehe mumpung msh libur kuliah akunya 😂😂😂
    semangat author

  5. pas liat genre ff ini psychological i was like woooooooo ini pasti seru & deep(?)~
    penasaran banget sama masa lalu mereka, what has happened between kyuyoung?
    apkah masa lalu mereka ‘retak’ ada kaitannya sama ayahnya kyu ?
    siwon itu kakak ato pacar soo ? 🤔
    semoga updateny cepet yaa thor :v
    ditunggu keterlanjutanya, author hwaiting!

  6. Seru nih..
    Kayaknya ayah kyu yg nyiksa keluarga sooyoung ya?
    Suka banget ngebayangin sooyoung dapet peran dokter ahli gitu.
    Semangat author-nim..

  7. Masih penasaran sama kehidupan mereka sebelumnya…
    ada apa dng kyu?? Kenapa soo punya ingatan yg bgitu buruk?
    siapa siwon? kenapa changmin ingin mmberitahu tentang soo ke ayahnya kyu??
    next part d tunggu… fighting!!!

  8. Masih sedikit bingung sih, emang nya di masa lalu mereka kenapa? Kenapa appa nya kyu bisa di penjara? Lanjut thor..

  9. Aku penasaran bgt sama ff ini jalur cerita sebelumnya, karna tiba” langsung begitu, hmm sungguh membuat penasaran dengan kejadian sebelumnya..
    Jangan lama lama post next part nya yah thor..
    Hwaiting💪

  10. Tiba2 pengen buka wordpress, dan… Jreng! Ketemu cerita ini. Ku bahagiaa~ 😆 udah hiatus berapa lama ya ka?
    Ceritanya kereen >< tapi masih agak pusing hehe
    Btw ka, aku tetap setia menunggu game of power 😂

  11. Ada apa antara kyuhyun dan sooyoung dimasa lalu? Kenapa sooyoung bisa lupa? Kenapa ayah kyuhyun jd napi? Kasus apa? Ada tragedi apa?

    Next next next
    penasaran… >.<

    yah, kecewa sih, ff lama g d lanjut, tp kalo ide cerita udah ilang mah yah.. It can't be help yah.. :3

    keep writing,
    semangat…

  12. ada apa dengan mereka? sebelumnya mereka berpacaran? tapi Siwon gak suka, kenapa? Changmin juga tahu.. huhuhu mereka sama2 rindu, tolong dipersatukan authornim.. hehe ganbatte!

  13. msih terlalu rumit utk dipahami -_- gmana cerita masa lalu’a kyuyoung? tpi knpa bisa soo eonni mendadak amnesia gtu min? Apaa yng terjadi sma ingatan’a soo eon, apaa dya mengalami kecelakaan??? trusss knpa jga kyu bisa Blang “sooyoung-ah bogoshipeo” it Mksud’a apaa min?? Apaa mereka br2 bner” pernah pnya hubungan sblum akhir’a soo eonni amnesia???
    ashhhh jdi greget+pnasaran ama next part’a, keep waiting min 🙂 and fighting 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s